PENDAHULUAN

Tantangan dalam dunia pertanian di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Sebagai penunjang kehidupan berjuta-juta masyarakat Indonesia, sejatinya sektor pertanian memerlukan pertumbuhan ekonomi yang kukuh dan pesat sampai ke tingkat desa.

Sektor ini pula, yang menjadi bagian fokus utama misi Pemerintah Desa Wlahar Wetan dan juga menjadi salah satu komponen utama dalam program dan strategi Pemerintah Desa Wlahar Wetan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

Walapun sampai saat ini belum sepenuhnya maksimal, dalam menjalankan misi dalam bentuk strategi dan memprogramkan pertanian dengan nilai tambah
yang tinggi di lingkup wilayah sendiri, Pemdes Wlahar Wetan terus menerus berburu informasi dan belanja ilmu agar kontribusi penting
dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya lingkup desa, termasuk menciptakan lapangan
pekerjaan dan pengurangan kemiskinan secara drastis.

Prioritas masalah inilah yang di genjot oleh Pemdes dalam rencana kerja sampai tahun 2018, dimana perhatian besar Pemerintah Desa Wlahar Wetan terhadap pembangunan infrastruktur di bidang pertanian, agar dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi desa.

Permasalahan ini dapat di ilustrasikan bahwa Wlahar Wetan merupakan penyangga daerah hijau sesuai RTRW Kabupaten Banyumas dan di bidang penghasil komoditi pertanian. Maka infrastruktur yang dapat mendukung kegiatan pertanian juga terus dipenuhi oleh Pemdes, agar berdampak pada hasil pertanian yang optimal nantinya.
Salah satu bentuk perhatian dan upaya Pemerintah Desa Wlahar Wetan dalam meningkatkan perekonomiannya sampai saat ini yaitu dengan membangun infrastruktur yang di butuhkan bagi pertanian, diantaranya meliputi sistem pengairan, persiapan jaringan pasar komoditas pertanian, jalan usaha tani dan promosi berbagai hasil pertanian, baik bahan baku maupun turunannya serta berbagai program kapasitas dan pendampingan untuk para petani. Infrastruktur tersebut merupakan barang publik (public good) atau semi publik (semi public good) sehingga pembangunannya harus diselenggarakan oleh pemerintah atau oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat (swasta).

Dalam program pendampingan dan pemberdayaan (assistance and development) ini, Pemdes Wlahar Wetan terus mengaktualisasikan program nyata yakni, mendampingi para petani dalam budidaya pertaniannya sehingga setiap persoalan pertanian dari waktu ke waktu senantiasa mendapat solusi.

Untuk itu, dibutuhkan tenaga-tenaga pendamping dari kader petani sendiri yang handal serta memberikan perhatian yang tinggi terhadap nasib sesama petani di desa, dengan berupaya mencarikan solusi apabila petani mendapatkan problema. Misalnya, apabila petani mendapat serangan hama penyakit, maka tugas kader petani adalah menguji jenis hama yang muncul ke laboratorium kemudian memberikan jenis pestisida yang cocok untuk anti hama tersebut.

Demikian pula dalam hal penyesuaian antara jenis pupuk, tanaman dengan jenis tanah. Upaya-upaya seperti ini dapat ditumbuhkembangkan dengan melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, pihak swasta atau lembaga-lembaga yang konsen terhadap masyarakat desa dapat memberikan contoh-contoh pendampingan yang baik sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat petani di desa. Dengan cara itu, pertanian dapat dibuat sebagai jaminan kesejahteraan masyarakat pedesaan terutama dalam upaya akselerasi pembangunan di berbagai sektor yang digulirkan di negara kita ini.

Niscaya, tanpa pendekatan-pendekatan seperti itu maka mustahil dapat mengangkat status sosial petani di pedesaan.

EDU AGROEKOTOURISM
Dunia pertanian saat ini telah mulai memiliki paradigma spesial tentang pengelolaan sebuah usaha. Kemajuan teknologi bidang peternakan telah membawa kemajuan dalam bidang genetik, budidaya, penanganan pasca panen, nilai-nilai sosial, teknologi mekanisasi, nilai-nilai pemasaran dan penelitian serta pengembangannya. Paradigma spesial yang saat ini mulai mengembrio dan pada beberapa usaha peternakan sudah mulai terimplementasi, adalah sebuah kegiatan usaha Peternakan Terpadu (Integrated Farming System).

Suasana sore di pinggir persawahan desa

POLA PERTANIAN TERPADU

Pola Pertanian Terpadu merupakan salah satu konsep cerdik dalam menciptakan dunia pertanian, yang akan menghasilkan bahan pangan yang berkualitas (food safety attributes –aman dikonsumsi, nutritional attributes –bernilai nutrisi tinggi dan eco labelling attributes –ramah lingkungan), memiliki nilai produktifitas mantap dan kontinuitas penyediaan bahan makanan. Konsep pertanian terpadu dapat mengatasi permasalahan di sektor pertanian, yaitu: Permodalan; Teknologi; Pasar (fluktuasi harga); Sarana dan Prasarana; Efisiensi dan Produktifitas masih rendah; serta Kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produksi.

Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola, yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis, sehingga diperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi.

Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk (pertanian dan peternakan) dari sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian lingkungan, yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi serta nilai produktifitas usaha yang baik.

Pertanian terpadu juga akan menghasilkan keluaran yang memiliki karakter khas dan memiliki nilai saing serta mampu memberi nilai-nilai inovasi yang lahir secara kontinyu dari sebuah penelitian serta pengembangan yang terkondisi baik.

Nilai lain yang dapat dikembangkan adalah nilai-nilai edukasi yang dapat berlanjut menjadi model baru sebuah usaha pertanian/peternakan, yaitu Inspiratif Farming

Pengelolaan Eksperimental Farming masih belum tersentuh paradigma inspiratif farming, (masih berupa pengelolaan konvensional yang belum menampilkan suatu model integrasi usaha peternakan dan nilai-nilai estetika). Sangat memungkinkan menjadi inkubator bisnis bagi desa dan pemerhati bidang pertanian dan peternakan.

Perlu sentuhan khas dan peningkatan nilai-nilai edukasi dan karakter spesial sehingga mampu menjadi Inspiratif Farming.

Balai Ternak Berfungsi Sebagai Proses Belajar Inkubator Ilmu Kepada warga


Visi dan Misi
Visi:
Experimental Farming yang merupakan model peternakan terpadu dan memiliki peran bagi nilai-nilai edukasi, penelitian dan pengembangan keilmuan, pengabdian pada masyarakat serta kewirausahaan dalam sebuah kerangka Inspiratif Farming

Misi:

1) Nilai Edukasi

  • Memberi gambaran nyata tentang operasional budidaya peternakan ternak ruminasia besar (sapi perah dan sapi potong), ruminansia kecil (kambing dan domba), unggas (ayam dan itik) dan aneka ternak (kelinci, burung merpati) bagi desa.
  • Memberi gambaran nyata tentang penanganan kesehatan ternak dan biosekuriti.
  • Memberi gambaran nyata tentang pengolahan hasil ternak.
  • Memberi gambaran nyata tentang perhitungan ekonomis usaha peternakan.
  • Memberi gambaran nyata tentang pengelolaan hasil samping organik usaha peternakan.
  • Memberi gambaran nyata tentang penataan estetika lokasi peternakan.
  • Memberi gambaran nyata tentang sebuah Peternakan Terpadu

Nilai Penelitian dan Pengembangan Keilmuan

  • Menjadi lokasi penelitian bagi pengembangan peternakan ternak ruminasia besar (sapi perah dan sapi potong), ruminansia kecil (kambing dan domba), unggas (ayam dan itik) dan aneka ternak (kelinci, burung merpati) bagi petani dan desa.
  • Menjadi lokasi ujicoba lapangan terhadap hasil penelitian dan laboratorium bagi akademisi.
  • Menjadi lokasi bagi masyarakat yang memiliki usaha, minat dan kegemaran beternak untuk mengembangkan usaha yang dilakukan.
  • Menjadi lokasi percontohan bagi masyarakat dan pengguna hasil penelitian dan pengembangan peternakan yang sudah dilakukan sehingga memberi keyakinan bagi masyarakat yang memiliki usaha atau sebagai konsumen produk peternakan.
  • Penyedia sumber bibit ternak, rujukan penanganan kesehatan masyarakat veteriner, lokasi sharing usaha peternakan dan lokasi pelatihan peternakan bagi masyarakat yang tertarik dalam mengembangkan peternakan

Nilai Kewirausahaan

  • Menjadi lokasi peternakan terpadu yang dapat memberi pelajaran bagi pengembangan kewirausahaan peternakan.
  • Menjadi lokasi peternakan terpadu yang mampu memberi nilai ekonomi, disamping nilai edukasi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat melalui pengelolaan Experimental Farming yang profesional.
  • Menjadi lokasi pengembangan kemampuan desa melalui unit-unit kegiatan, diskusi kelompok tani dan organisasi intra petani.

Inspiratif Farming
Sebuah lokasi peternakan yang terintegrasi dengan penataan menarik, kelengkapan jenis ternak yang diusahakan, penanganan pasca panen, pengelolaan hasil samping peternakan terpadu, kejelasan dan kelengkapan informasi, sumber solusi peternakan terpadu, memberi nilai refreshing, sumber produk peternakan dan bibit ternak, sumber referensi peternakan, sumber tenaga pengelola peternakan, penggunaan peralatan mekanisasi, penggunaan teknologi tinggi (interner, multimedia) dan merangsang inspirasi bidang peternakan terpadu

Tahapan Kegiatan Menuju Inspiratif Farming

Potensi Experimental Farming:

  • Experimental Farming adalah sebuah usaha peternakan satu-satunya di kawasan Kabupaten Banyumas yang dapat menjadi salah satu “point of interest” yang berkarakter.
  • Dukungan berbagai Civitas Academika dan juga Pemerintah Daerah yang terdiri atas para pakar bidang genetik – reproduksi – produksi – ekonomi – hubungan sosial – spiritual – birokrasi – kelembagaan pemerintahan merupakan satu model integrasi yang sangat potensial.
  • Usaha budidaya ternak perah, ternak potong, ruminansia besar dan kecil, unggas potong dan petelur, aneka ternak, kebun buah, tanaman pangan dan hortikultura, lokasi penelitian dan lokasi penanganan pasca panen adalah item-item penting yang dapat dilakukan.
  • Lokasi yang strategis dan dekat dengan daerah administrasi kabupaten dapat dimanfaatkan menjadi sebuah “Pojok Nongkrong” bagi petani dan umum melalui penataan, pengolahan produk peternakan (susu menjadi susu pasteurisasi, susu UHT, yoghurt, keju, kompos), media informasi dan teknologi tinggi (hotspot).
  • Lokasi lahan yang sudah berisi bangunan kandang, gudang, kamar susu, lokasi penelitian, sumber air, lahan rumput, instalasi biogas dan akses jalan yang strategis.

Pertimbangan Maksimalisasi Experimental Farming:

  • Pemetaan terhadap potensi, kondisi dan asset Experimental Farming.
  • Penyusunan dan sinkronisasi aktifitas yang dilakukan di Experimental Farming (edukasi, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat, kewirausahaan) sebagai kemungkinan pengembangan potensi.
  • Perimbangan dan koordinasi antara sisi kewirausahaan dan sisi pendidikan-penelitian-pengembangan di Experimental Farming.
  • Meningkatkan dan mengatur keterlibatan mahasiswa sebagai subjek ajar yang menerima ilmu profesional di Experimental Farming.
  • Pencatatan – pembahasan – pengambilan kesimpulan – sosialisasi pelaksanaan aktifitas Experimental Farming kepada seluruh Civitas Academika dan stake holder yang terlibat.
  • Suasana Experimental Farming dapat ditawarkan sebagai sebuah wacana wisata keluarga maupun ilmiah yang inspiratif, bernilai edukasi, ekonomi, sosiologis, refreshing dan tentunya bernilai hasil-hasil penelitian.
  • Hasil penelitian ilmiah, pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Experimental Farming dapat disosialisasikan sebagai jurnal ilmiah, ilmu terapan atau pelatihan. Ilmu inipun dapat bernilai ekonomis bila ada pelaku agribisnis yang tertarik menerapkannya.
  • Experimental Farming nantinya dapat menjadi rujukan bagi bahan perkuliahan serta dapat dikerjasamakan dengan fakultas lain, universitas lain ataupun pihak ketiga.
  • Lahirnya buku-buku peternakan untuk merangsang budaya menulis dikalangan Civitas Academika.

Tahapan Pelaksanaan:
Pemantapan struktur pengelola dan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksanaan kegiatan di Experimental Farming.
Penataan lokasi sesuai jenis ternak – pola usaha yang akan dilakukan – koleksi ternak komersial dan ternak penelitian (misalnya sapi berfistula) – pengaturan ternak dan kandang untuk usaha komersial dan penelitian – lokasi koleksi hijauan pakan ternak – lokasi penerimaan tamu – lokasi pengolahan pasca panen – lokasi edukasi-wisata-kuliner bagi para pengunjung – lokasi konsultasi serta sebagai Miniatur Farm bagi para mahasiswa, sehingga mereka mendapat pengalaman aktifitas pada farm komersial (misalnya keteraturan, kerapihan, bio security)
Integrasi yang jelas antara masing-masing komponen dalam Peternakan Terpadu, misalnya : penyediaan pakan penguat dan pakan berserat (penggunaan pakan alternatif), penanganan alas kandang broiler yang dicampur dengan kompos atau slurry biogas dan tanah dijadikan sebagai media tanam, pemanfaatan pupuk organik cair, pengembangan kebun buah dan tanaman hortikultura organik
Pengelolaan dengan tingkat transparansi tinggi, penuh komitmen, dedikasi dan keberlanjutan serta terus membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak lain

Jenis-jenis Kegiatan Teknis:

1. Usaha ternak sapi perah
2. Usaha ternak sapi potong
3. Usaha ternak kambing/domba
4. Usaha ternak unggas pedaging
5. Usaha ternak unggas petelur
6. Aneka ternak (kelinci, burung merpati)
7. Koleksi ternak
8. Ternak-ternak penelitian
9. Biogas dan composting atau pupuk cair
10. Pakan, alternatif pakan, bank hijauan pakan ternak
11. Penanganan reproduksi
12. Pemerahan secara manual dan mekanis
13. Close house ternak ayam
14. Perpustakaan
15. Laboratorium mini (pemeriksaan kesehatan, pengukuran kualitas air susu)
16. Lokasi penanganan pasca panen (susu segar, caramel, yoghurt, susu pasteurisasi, permen, kerupuk susu, tahu susu, susu UHT, dendeng, abon, fresh meat, nugget, sosis) lengkap dengan kafe atau kedai yang dilengkapi hot spot
17. Lokasi konsultasi dan kegiatan pelatihan
18. Taman
19. Penanganan yang intens terhadap lokasi Experimental Farming (kebersihan, kerapihan).
Kunci :
1. Memiliki dan menghayati misi dan visi
2. Kerjasama yang erat
3. Perbedaan adalah jalan menuju kemajuan
4. Professional
5. Saya/anda tidak lebih pintar dari kita semua
6. Keterbukaan
7. Menuju kesejahteraan dan kemuliaan

PENUTUP

Experimental Farming yang menjadi lokasi kegiatan, implementasi ilmu peternakan merupakan cermin nyata kemajuan desa dalam mengaplikasikan nilai-nilai keilmuan dan dikombinasikan pada sebuah integrasi antar berbagai cabang ilmu peternakan menjadi sebuah kesepaduan yang harmonis dalam bentuk usaha peternakan yang terpadu dan mampu menjadi inspirasi bagi pemerhati agribisnis. Menilik potensi besar dunia peternakan dan pertanian, mewujudkannya adalah sesuatu yang sangat mungkin.

Diolah dari berbagai umber: ekabees,

http://ekabees.blogspot.com/2010/08/eduagroekotourism.html?m=1