BARIKADE merupakan akronim dari Bengkel Rekayasa Industri Skala Desa. Sebuah inisiasi kolaborasi kerja para rekayasawan, praktisi, dan masyarakat desa kedepannya untuk membangun dan menumbuhkan industri di wilayah perdesaan.

Berawal di tahun 2016, gagasan BARIKADE lahir dari diskusi kecil berkopi ria bersama direktur Gedhe Nusantara (Yossy Suparyo), bahwa desa kedepan harus didorong pengelolaan sumberdaya di wilayahnya dengan dukungan pengetahuan, teknologi, dan prinsip tata kelola keberlanjutan, Alhamdulillah, selama dua tahun terus menerus bereksplorasi diri ke seluruh daerah guna merangkai rencana strategis dan peluang konsep BARIKADE, dan di awal tahun 2019 nanti, Desa Wlahar Wetan akan merealisasikan kerja kreatif dan kolektif dengan mempersiapkan dan mendayagunakan sumberdaya (manusia dan alam) yang ada di Wlahar Wetan sendiri.

Logo BARIKADE dari Bengkel Rekayasa Industri Skala Desa Wlahar Wetan

 

 

 

 

Melalui model hirarki perencanaan BARIKADE (Bengkel Rekayasa Industri Skala Desa) ini, tentunya akan mempercepat proses kerja dikarenakan gagasan ini juga telah dinanti oleh multipihak saat ini. Dengan mengelola pusat sumberdaya (resource center) yang akan disiapkan oleh Pemdes sendiri, juga akan mempertemukan banyak pihak, seperti akademisi, rekayasawan, praktisi, pemerintah, wirausahawan, dan komunitas untuk membangun kolaborasi kerja yang kuat. Kami ingin mendorong lahirnya inovasi dan kemandirian teknologi yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

Berikut model hirarki perencanaan BARIKADE (Bengkel Rekayasa Industri Skala Desa) Wlahar Wetan:

  1. Perencanaan Fasilitas
    Pengertian perencanaan fasilitas dapat dikemukakan sebagai proses perancangan fasilitas, perencanaan, desain dan susunan fasilitas, peralatan fisik dan manusia yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan sistem pelayanan.
    Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang akan didirikan atau dibangun. Di dunia industri, perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai rencana dalam penanganan material (material handling).
  2. Lokasi Fasilitas
    Lokasi bengkel rekayasa industri skala desa ini akan memiliki unsur strategis guna memperkuat posisi untuk bersaing terutama didalam rangka penguasaan wilayah pemasaran.
  3. Perancangan Fasilitas
    Dapat dikemukakan sebagai proses perancangan fasilitas, perencanaan, desain dan susunan fasilitas, peralatan fisik dan manusia yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan sistem pelayanan. Aplikasi perencanaan fasilitas dapat ditemukan pada perencanaan layout.
  4. Perancangan Struktur Bangunan
    Pola dasar pemikiran perancangan struktur gedung ada beberapa aspek penting yang dipertimbangkan dalam proses perancangan antara lain, aspek teknis dan aspek metode konstruksi, serta kerja sama multi disiplin yang terkait secara integral, bertujuan untuk memperoleh hasil rancangan yang sesuai dengan metode konstruksi yang paling tepat dan paling baik, dilaksanakan dengan kriteria yang harus dipenuhi, antara lain:
    1) Keamanan/keandalan struktur;
    2) Pemilihan elemen struktur untuk mewujudkan pelaksanaan konstruksi secara cepat dan tepat;
    3) Dampak terhadap lingkungan sekitar;
    4) Penggunaan bahan konstruksi yang ekonomis;
    5) Kesederhanaan sistem konstruksi guna kemudahan pelaksanaan.
  5. Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi
    Perancangan sistem fasilitas merupakan perancangan bangunan dengan memepertimbangkan beberapa aspek seperti system pencahayaan, kelistrikan, sistem komunikasi, suasana kerja, sanitasi, pembuanagan limbah dan lain sebagainya. Aspek yang perlu diperhitungkan secara matang dalam perancangan tata letak antara lain meliputi peralatan-peralatan yang akan digunakan, mesin-mesin dan semua perabotan perusahaan. Sedangkan dalam perancangan sistem material handling meliputi mekanisme yang dibutuhkan agar interaksi antara fasilitas yang ada seperti material, personal, informasi dan peralatan untuk mendukung produksi berjalan sempurna.
  6. Perancangan Sistem Perpindahan Material
    Material handling atau penanganan bahan adalah proses yang mencakup operasi dasar dalam pergerakan, perlindungan, penyimpanan dan pengendalian bahan dan produk di seluruh pembuatan (manufaktur), pergudangan, distribusi, konsumsi dan pembuangan (disposal). Proses Material Handling atau Penanganan Bahan ini sangat penting karena semua bahan dan produk harus ditangani dengan baik sehingga dapat mencapai tujuannya dengan aman dan juga untuk menjaga kondisi dan kualitas bahan-bahan yang ditangani tersebut. Sebagai suatu proses, Material Handling atau Penanganan Bahan menggabungkan berbagai peralatan manual, semi-otomatis ataupun otomatis dengan sistem-sistem yang dapat mendukung kelancaran fungsi rantai pasokan (supply chain) dan logistik.

Perencanaan fasilitas-fasilitas industri yang akan didirikan atau dibangun di Desa Wlahar Wetan

 

 

 

 

 

 

 

Perancangan Struktur Bangunan BARIKADE

 

 

 

 

 

 

Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi BARIKADE

 

 

 

 

 

 

Perancangan Sistem Perpindahan Material di BARIKADE